LAUT YANG TENANG TAK AKAN MENGHASILKAN PELAUT YANG TANGGUH

Tuesday, April 8, 2014

PESTA RAKYAT KATANYA

Bangun pagi hari ini tak berbeda dengan pagi pagi sebelumnya, saklar dispenser ke mode ON dan tunggu 15 menit untuk bisa mencampur 1 ½ sendok gula dengan sariwangi,. TV akari 14 inc milik tetangga Kost juga sudah ikut ikutan ke mode ON, sambil otak atik Inbox di HP nokiaku sembari sesekali cari cari chanel yg pas untuk liat berita pagi ini. Ingatanku kembali ke kejadian semalam yang terjadi di kosanku,. Tiga pintu kamar tetangga kosanku di rusak maling, Alhamdulillah pintu kamarku tidak di rusak karena memang tak pernah saya kasih kunci atau gembok dari luar,hehehe..  maling juga pasti kecewa kalo masuk ke kamarku, karena isinya Cuma perlengkapan tidur, baju, celana dan setumpuk buku dan makalah2 usang.
Chanel tv yang saya pencet dari 6 hingga kembali ke 6 lagi sirannya B2T alias beda beda tipis, semuanya hanya berital PEMILU dan Iklan. akhirnya Tv kembali OFF dan Laptop Sonny Vaio pinjaman harus ON..
Tentunya di kolom addres bar yang petama saya ketik adalah www.Facebook.com. Kolom berandapun tak jauh beda dengan berita pagi ini di Tv local, status teman tmanku juga masih tentang PEMILU dan serangan Fajar.  Ah jadi malas komen.. mending liat liat persiapan Timnas U19 jelang tour timur tengah yg pertandingannya di mulai hari ini… “waooo” ternyata head Coach om Indra Syafri sudah botak dan tak berkumis.heheheee
Lagi asyik googling tetangga yang baru bangun lansung basa basi dengan dialek Makassarnya, “ apa ko bikin sodara, ndak pergi ki coblos ?” saya menjawab dengan santai “ndak terdaftar ka’ !!” dia balas “kodooong” (kasihan dengan nada mengejek). Seketika saya jadi merasa tidak di akui sebagai warga Negara,. bagaimana tidak . Harusnya pagi ini (rabu 9 april 2014) saya juga ikut berpesta dan merayakan acara yang datang lima tahun sekali ini, namun apa daya, Kartu Tanda penduduk senilai Rp 250.000 di dompetku tak punya kekuatan untuk menghitamkan ujung jari kelingking di Tempat Pemungutan suara Kelurahan Ballaparang kecamatan Rappocini Kota Makassar.
Saya jadi teringat salah satu video di youtube yang menayangkan tentang wagub DKI Jakarta Om AHOK yang berdebat dengan Anggota DPR komisi berapa saya lupa, tentang sistem PEMILU, dia mencontohkan sistem Pemilu di Australia yang memanfaatkan ITC untuk memudahkan para pemilih untuk menyalurkan Haknya.kalau system seperti itu di berlakukan di Indonesia Mungkin hari ini ujung jari kelingking saya juga bisa kena tinta hitam sebagai tanda saya adalah Warga Negara yang baik yang marayakan pesta Hari ini.

Tapi kenyataanya infrastruktur ITC yang di bangun PEMDA di daerahku dan daerah daerah lain di Indonesia yang budgetnya sampai miliaran rupiah, lebih banyak di gunakan hanya untuk Facebookan, twiterran, ngeyoutube, dan sedikit nyari2 tugas kuliah, serta googling info terhangat. Hanya sebatas inikah investasi miliaran rupiah oleh PEMDA dan Kementriannya pak Tifatul sembiring di manfaatkan.??. saya rasa tidak, masih banyak manfaat lain dari pengadaan infrastruktur itu, tapi kenapa untuk pesta besar yang hanya ada lima tahun sekali ini infrastruktur ITC ini tidak di maksimalkan,. Apakah SDM kita minim? Saya rasa juga tidak, hampir tiap tahun ratusan bahkan ribuan Sarjana computer jadi pengangguran . yah begitulah negeri tercinta ini dengan para pengambil keputusannya.. harusnya di era digital ini mereka bisa melihat manfaat dari ITC , atau jangan2 mereka para wakil rakyat juga hanya mengerti situs jejaring social dan situs 18 + :)

0 komentar:

Bale Ka Atas

 
abis baca komentar sadiki jua | biar katong baku kanal | salam hangat | par dong samua