LAUT YANG TENANG TAK AKAN MENGHASILKAN PELAUT YANG TANGGUH

Sunday, May 27, 2012

SERBA SERBI SUKU DI MALUKU

Maluku adalah salah satu wilayah NKRI yang terletak di bagian Indonesia Timur. Maluku yang juga dikenal dengan sebutan Moluccas ini beribukota di Ambon. Namun, pada 1999, terjadi pemekaran atau pengembangan pada sebagian wilayah Maluku menjadi provinsi Maluku Utara yang beribukota di Sofifi Kecamatan Oba Utara.
Berkerabat dengan Masyarakat Hawai
suku di maluku memiliki garis tradisi yang kuat dengan ras suku bangsa Melanesia Pasifik yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Fiji atau bangsa-bangsa di kepulauan Pasifik. Hal ini terlihat pada karakter bahasa, lagu-lagu daerah, makanan, alat musik ukulele yang terdapat juga di masyarakat Hawai.
Ciri suku bangsa di Maluku ini sangat khas dengan warna kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan tubuh yang atletis. Hal ini disebabkan suku Maluku termasuk suku kepulauan yang sering berlayar dan berenang.
Beragam Bahasa
Mengingat pulau Maluku terdiri dari kepulauan, suku bangsa Maluku tersebar ke berbagai wilayah di pulau-pulau tersebut. Uniknya, setiap pulau memiliki bahasa daerahnya sendiri. Terdapat sekitar 132 bahasa yang digunakan di kepulauan Maluku, sedangkan bahasa yang digunakan secara umum di provinsi Maluku adalah bahasa Melayu Ambon.
Untuk wilayah Pulau Seram, biasa menggunakan bahasa Wamale. Bahasa Wamale inilah yang digunakan oleh suku Wamale yang tinggal di wilayah Seram Barat. Bahasa Wemale ini jika dicermati merupakan bagian dari bahasa melayu-Polinesia.
Suku-suku Besar di Maluku
Suku Wemale ini hidup dengan bercocok tanam, dengan bahan makanan pokok adalah sagu. Suku ini juga dikenal sangat mahir dalam seni berburu di hutan untuk mengumpulkan makanannya.
Kaum lelaki di suku Wemale memiliki kewajiban untuk melibatkan diri dalam perang melawan kelompok-kelompok yang menganggu kehidupan suku mereka, sedangkan kaum perempuan di suku Wemale bertugas mengumpulkan dan mengolah hasil alam untuk keluarga mereka.
Ketika mencari hasil hutan, mereka biasa menggunakan bakol, semacam keranjang khas suku Wemale yang diikatkan ke pinggang dengan rotan beserta pisau panjang.
Suku Wemale juga memiliki rumah adat yang khas, terbuat dari kayu-kayu dan dedaunan yang disusun secara terampil dan difungsikan untuk menyimpan hasil hutan, selain sebagai tempat istirahat yang nyaman bagi suku Wemale.
Perayaan adat juga biasa dilakukan anak-anak perempuan yang memasuki usia akil balig. Namun, banyak dari orang-orang Wemale yang sekarang ini mengalami perubahan karena terpengaruh modernisme dan konsumerisme yang mengacaukan tatanan adat tradisi suku Wemale.
Selain suku Wemale, ada beberapa suku lain yang terdapat di Maluku, seperti suku Alune, suku Buru di Kepulauan Buru, Suku Banda, suku Nuhu Iut, suku Roa, suku Tayanda dan kelompok Kur yang tersebar dipulau-ulau kecil di wilayah kepulauan Maluku. Suku-suku ini bermatapencaharian utama sebagai nelayan. Ada juga yang berkebun, seperti pala, kopi, sagu dan juga kelapa

Anne Ahira.com

0 komentar:

Bale Ka Atas

 
abis baca komentar sadiki jua | biar katong baku kanal | salam hangat | par dong samua